Hidup sehat ala Nabi ditengah Pandemi
Ketika pandemi
belum menyerang, pasti semua memliki lifestyle yang berbeda-beda, yang mana
kita masih bisa bebas melakukan apa saja sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan
kita. Akan tetapi sudah berbulan-bulan ini dunia masih digemparkan dengan wabah
Covid 19. Wabah tersebut masih saja menyerang tubuh manusia bahkan kian hari
kian memperparah kondisinya. Selama pandemi ini, pemerintah menghimbau untuk
tetap berada di dalam rumah dan mengurangi kontak fisik dengan orang lain. Hal
ini dilakukan untuk menekan laju penularan covid 19. Sehingga akan mudah
teratasi.
Adanya wabah ini,
banyak sekali yang merasa dirugikan. Terutama seseorang akan merasakan ketidaknyamanan
dengan gaya hidup yang baru. Mereka harus selalu menggunakan masker, cuci
tangan/hand sinitizer, bahkan melakukan social distancing. Terlebih ketika
pemerintah menganjurkan untuk selalu didalam rumah, bahkan sekolah-sekolah
harus dilakukan secara daring. Hal ini membuat seseorang akan merasakan
kejenuhan yang luar biasa, bahkan bisa-bisa akan mengalami stress. Pada masa
pandemi ini jangan sampai kita jatuh sakit karena kebanyakan orang yang sakit
imun tubuhnya akan lebih mudah terserang virus dibandingkan yang sehat. Maka
dari itu, ketika ditengah pandemi ini kita pintar-pintar untuk selalu menjaga
kesehatan dan menghindari virus masuk ke dalam tubuh kita.
Sebagai umat
islam, bahwa sejatinya kita memiliki pedoman yang harus diikuti dengan baik dan
yang dicontohkan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam sebisa mungkin kita
tirukan. Karena sebaik-baiknya petunjuk adalah dengan mengamalkan sunnah nabi.
Jika kita mengikuti sunnah-sunnahnya, in syaa Allah kita akan menjadi umat yang
paling sehat, paling kuat, dan paling tangguh baik jasmani maupun rohani.
Karena pada dasarnya islam tidak hanya memerintahkan untuk beribadah saja,
melainkan bagaimana cara hidup sehat, pola makan sehat, dan berimbang serta
perilaku dan etika makan. Misalna diawali dengan makanan. Allah S.W.T telah
berfirman :
“makanlah oleh
kalian rezeki yang halal lagi baik yang telah Allah karuniakan kepada kalian”
(QS.an-Nahl :144).
Kebanyakan wabah penyakit menular
biasanya ditularkan oleh hewan (zoonis). Islam telah menghalalkan sebagian
makanan yang ada dimuka bumi ini, dan mengharamkan apa saja yang tidak layak
untuk dimakan. Allah mengharamkan sesuatu karena ada sesuatu alasan yang baik
untuk kita kedepannya. Seperti kabarnya bahwa virus ini tersebar akibat
banyaknya warga Wuhan yang mengonsumsi hewan-hewan melata seperti kelelawar,
tikus, dan masih banyak lagi. Ironisnya, hewan-hewan seperti ini
diperjualbelikan dan mempunyai pasar khusus di kota Wuhan. Akibatnya virus yang
berasal dari hewan masuk ke dalam tubuh manusia dan berdampak penularan kepada
yang lainnya. Oleh karenanya, negara harusnya memiliki peran untuk senantiasa
menjaga perilaku sehat warganya. Selain itu, pemerintah juga memberikan edukasi
agar ketika adanya penyakit menular ini, disarankan menggunakan masker dan
beberapa etika lainnya. Hal ini sangat membantu pemulihan penularan wabah.
Adapun pada zaman dulu juga pernah terjadi wabah yang menular, yaitu
penyakit kusta. Pada waktu itu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam
menganjurkan umatnya untuk berdiam dirumah dan tidak mendatangi suatu negeri
ataupun keluar dari negeri tersebut. Dari sini jelas islam telah lebih dahulu
mengatur semuanya. Seperti halnya juga kita tidak boleh untuk bermudah-mudahan
berjabat tangan dengan orang lain. Dengan begini ada sisi positifnya, karena
orang-orang tidak mudah menjabat tangan yang bukan mahramnya.
Masih Banyak cara lain yang telah
dianjurkan oleh Rasulullah agar tetap sehat pada masa pandemi, hal utama yang
dianjurkan untuk dilakukan adalah menjaga kebersihan. Sebagai negara dengan
penduduk Muslim terbesar di dunia, mestinya kita tahu bahwa pesan untuk selalu
menjaga kebersihan sebenarnya telah disampaikan oleh Rasulullah Shalallahu
‘alaihi Wa sallam sekitar 14 abad yang lalu, baik melalui ucapan maupun
teladan. Hal ini bertujuan agar umat manusia menjadi orang yang sehat dan kuat.
Dalam sebuah hadis disebutkan “Seorang mukmin yang kuat (fisik, mental, jiwa
dan raga) lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang
lemah; dan pada keduanya ada kebaikan (HR.Muslim). maka dari itu kita sebagai
umat muslim harusnya mengikuti pola sunnah-sunnah yang telah nabi ajarkan,
karena setiap apa yang diperintahkannya terdapat suatu maslahat yang
tersembunyi.
Komentar
Posting Komentar